Postingan

Analisis puisi-puisi karya Mashuri

 Nama: Anita Eka Syalina Nim   : 175200075 Prodi : Pendidikan Bahasa Indonesia 2017 A Hantu Kolam   : plung! di gigir kolam serupa serdadu lari dari perang tampangku membayang rumpang mataku berenang bersama ikan-ikan, jidatku terperangkap koral di dasar yang separuh hitam dan gelap tak ada kecipak yang bangkitkan getar dada, menapak jejak luka yang sama di medan lama segalangnya dingin, serupa musim yang dicerai matahari aku terkubur sendiri di bawah timbunan rembulan segalanya tertemali sunyi mungkin… “plung!” aku pernah mendengar suara itu tapi terlalu purba untuk dikenang sebagai batu yang jatuh kerna kini kolam tak beriak aku hanya melihat wajah sendiri, berserak Banyuwangi, 2012-12-03 Puisi tersebut memiliki 2 bait, bait pertama memiliki 17 baris dan bait kedua memiliki 6 baris. Pada bait pertama memiliki makna suasana hati yang sedang meracau kemana-mana, atau suasana hati yang sedang sepi sehingga terbayang kemana mana bahkan hantu pun terlihat Sama halnya de...

Kritik & essai Cerpen ''Sulastri dan Empat Lelaki'' Karya M. Shoim Anwar

 Nama: Anita Eka Syalina Nim   : 175200075 Prodi : Pendidikan Bahasa Indonesia 2017 A Cerpen yang berjudul “Sulastri dan Empat Lelaki” Karya M. Shoim Anwar  tersebut mempunyai beberapa paragraf dan  memiliki beberapa makna. Cerpen tersebut menceritakan tentang seorang wanita yang pergi ke negeri sebrang untuk menjadi TKI. Tapi cara dia pergi atau terbang ke negeri tersebut dengan cara yang tidak resmi dia memberanikan diri untuk menjadi TKI karena keburukan ekonomi yang dialaminya dan keluarganya. Beberapa masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata akan dijabarkan yakni ideologi, politik, sosial, ekonomi, budaya, dan religi.  Termasuk dalam permasalahan ideologi yang berkaitan dengan kehidupan nyata bahwa seorang istri selalu menuntut sang suami untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat suami tidak bisa memenuhi kebutuhan materi istrinya secara baik, maka istri pun bertingkah berlebihan seperti melakukan apapun itu tanpa berpikir baik maupun buruk...

Kritik dan essai cerpen ''DI JALAN JABAL AL-KABAH''

 Nama: Anita Eka Syalina  Nim   : 175200075 Kelas  : 2017 A Prodi  : Pendidikan Bahasa Indonesia KRITIK SASTRA CERPEN DI JALAN JABAL AL-KABAH KARYA : M. SHOIM ANWAR M. Shoim Anwar dilahirkan di Desa Sambong Dukuh, Jombang, Jawa Timur. Setamat dari SPG di kota kelahirannya, dia melanjutkan ke Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, IKIP Surabaya dan Universitas Negeri Surabaya, hingga mendapat gelar master dan doktor dengan predikat cumlaude. Shoim banyak menulis di berbagai media massa berupa cerpen, novel, esai, dan puisi. Salah satunya yakni cerpen “Di Jalan Jabal Al-Kabah”. Cerpen tersebut jika dianalisis bisa masuk dalam teori new historicism, karena menekankan keterkaitan teks sastra dengan berbagai kekuatan sosial, ekonomi, dan politik yang melingkupinya. Kaitannya dalam kehidupan saat ini, banyak manusia yang sudah menyalahgunakan sebuah cara untuk memperoleh rezeki. Cara yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh manusia dibawah umur, yang dijalankan p...

Mengkritik cerpen ''Tahi Lalat'' Karya M. Shoim Anwar

 Nama: Anita Eka Syalina Nim   : 175200075 Prodi : Pendidikan Bahasa Indonesia 2017 A Karya sastra merupakan kesusastraan, karya tulis, yang jika dibandingkan dengan tulisan lain memiliki berbagai ciri keunggulan,seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya, drama, epik, dan lirik. Karya sastra itu sendiri berisi mengenai pengalaman yang biasanya dialami oleh pengarang itu sendiri. Karya sastra tersebut merupakan hasil dari kreativitas dan imajinasi pengarang. Sebagai seorang pengamat dan pemerhati bahasa kita berkewajiban untuk menelaah hasil kreativitas pengarang tersebut dengan bebagai pendekatan. Judul Cerpen TAHI LALAT Ada tahi lalat di dada istri Pak Lurah. Itu kabar yang tersebar di tempat kami. Keberadaannya seperti wabah. Lembut tapi pasti. Mungkin orang-orang masih sungkan untuk mengatakannya secara terbuka. Mereka menyampaikan kabar itu dengan suara pelan, mendekatkan mulut ke telinga pendengar, sementara yang lain memasang telinga lebih ...

Mengkritik cerpen Sisik Naga di Jari Manis Gus Usup

 Nama: Anita Eka Syalina Nim: 175200075 Prodi: Pendidikan Bahasa Indonesia 2017 A ESAI DAN KRITIK CERPEN SISIK NAGA DI JARI MANIS GUS USUP KARYA SHOIM M. ANWAR Esai Cerpen yang berjudul “Sisik Naga Di Jari Manis Gus Usup” karya Shoim M. Anwar menceritakan tentang tokoh Gus Usup yang sangat dihormati oleh warga kampung yang ia tempati. Masyarakat setempat menganggapnya bukan orang biasa meskipun usianya masih mudah. Namun masyarakat di kampung itu baik dari anak-anak sampai para tetua sangat menghormatinya. Gus Usup bukanlah orang sembarangan. Itulah pandangan masyarakat di kampung itu. Gus Usup adalah seorang anak pondok dan ia memiliki beberapa saudara yang juga disegani oleh masyarakat setempat, akan tetapi Gus Usuplah yang paling dihormati dan disanjung oleh warga kampung dikarenakan sikap, tutur kata, dan keakrapannya dengan warga membuat ia dihormati. Apa lagi dengan ketampanannya membuat gadis desa sangat mengaguminya. Sejak kecil Gus Usup sudah dekat dengan warga kampung mes...

Mengkritik puisi ''Ulama Abiyasa Tak Pernah Minta Jatah''

 Nama: Anita Eka Syalina Nim   : 175200075 Prodi : Pendidikan Bahasa Indonesia 2017 A Puisi  “Ulama Abiyasa Tak Pernah Minta Jatah”                                   Puisi: M Shoim Anwar   Ulama Abiyasa adalah guru yang mulia panutan para kawula dari awal kisah ia adalah cagak yang tegak tak pernah silau oleh gebyar dunia tak pernah ngiler oleh umpan penguasa tak pernah ngesot ke istana untuk meminta jatah tak pernah gentar oleh gertak sejuta tombak tak pernah terpana oleh singgasana raja-raja   Ulama Abiyasa merengkuh teguh hati dan lidah marwah digenggam hingga ke dada tuturnya indah menyemaikan aroma bunga senyumnya merasuk hingga ke sukma langkahnya menjadi panutan bijaksana kehormatan ditegakkan tanpa sebiji senjata   Ulama Abiyasa bertitah para raja dan penguasa bertekuk hormat padanya tak ada yang berani datang minta dukungan jadi penguasa menjadikannya seb...

Kritik dan Esai "Ulama Durna Ngesok ke Istana"

 Nama: Anita Eka Syalina Nim   : 175200075 “Ulama Durna Ngesot ke Istana            Puisi :  M. Shoim Anwar  Lihatlah sebuah panggung di negeri sandiwara ketika ada Ulama Durna ngesot ke istana menjilat pantat raja agar diberi jatah remah-remah maka kekuasaan menjadi sangat pongah memesan potongan-potongan ayat untuk diplintir sekenanya agar segala tingkah polah dianggap absah Lihatlah ketika Ulama Durna ngesot ke istana menyerahkan marwah yang dulu diembannya Sengkuni dan para pengikutnya di luar sana bertingkah sok gagah berlindung di ketiak penguasa menunggang banteng bermata merah mengacungkan arit sebagai senjata memukulkan palu memvonis orang-orang ke penjara   Lihatlah ketika Ulama Durna berdagang mantra berbusa-busa adakah ia hendak menyulut api baratayuda para pengikutnya mabuk ke lembah-lembah tatanan yang dulu dicipta oleh para pemula porak poranda dijajah tipu daya oh tahta dunia yang fana para begundal mengaku dewa...